Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 Dapat Dana Besar dari Jepang

Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 Dapat Dana Besar dari Jepang
PLTP Muara Laboh Unit 1

Listrik Indonesia | Indonesia kembali menorehkan langkah penting dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Kali ini, lewat skema kerja sama Asia Zero Emission Community (AZEC), negeri ini berhasil mengamankan pendanaan hampir US$500 juta dari Jepang untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Unit 2 yang berlokasi di Solok, Sumatera Barat.

Kesepakatan pendanaan ini diresmikan dalam seremoni penandatanganan financial close antara Sumitomo Corporation, INPEX Corporation, dan Supreme Energy. Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

"Baru saja kami menggelar pertemuan dengan Yang Mulia Fumio Kishida, Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang untuk AZEC. Ini tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Prabowo dengan Kishida tadi malam. Kami juga menyaksikan penandatanganan proyek PLTP Muara Laboh antara JBIC dan Supreme Energy," ungkap Airlangga dalam keterangan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/5/2025).

PLTP Muara Laboh Unit 2 yang dirancang berkapasitas 88 megawatt ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat bauran energi. Proyek ini diharapkan menambah suplai listrik ramah lingkungan sekaligus mendorong target Net Zero Emissions pada 2060.

Pembangunan PLTP Muara Laboh sendiri berlangsung dalam tiga tahap:

  • Unit 1 berkapasitas 85 MW telah beroperasi sejak Desember 2019
  • Unit 2 dengan kapasitas 88 MW ditargetkan mulai beroperasi pada 2027
  • Unit 3 yang berkapasitas 60 MW dijadwalkan rampung pada 2033

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa total biaya pembangunan Unit 2 mencapai US$370 juta. Dari jumlah tersebut, Asian Development Bank (ADB) menyumbang pendanaan sebesar US$92,6 juta.

"Total pembiayaan Unit 2 mencapai US$370 juta, dengan dukungan ADB sebesar US$92,6 juta. Dana ini digunakan untuk pengembangan proyek Unit 2," terang Eniya.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menambah kapasitas listrik nasional, tetapi juga mengakselerasi transisi energi bersih di Indonesia.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLTP

Index

Berita Lainnya

Index